Bagaimana Cara Memilih Hosting

posted in: Tips Membuat Website | 0

Hosting website adalah tempat menyimpan situs web. Pada dasaranya, hosting website adalah sebuah komputer, yang dipasang aplikasi server web (seperti Apache Web Server atau Microsoft IIS) dan selalu terkoneksi dengan internet 24/7. Komputer hosting ini biasanya memiliki spek yang tinggi dan akses internet dengan bandwidth yang besar, karena disewakan untuk dipakai oleh banyak pemilik situs web.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih hosting website adalah:

Provider

Usahakan untuk mencari provider yang sudah berpengalaman atau sudah lama bermain di dunia hosting. Misalnya dengan mengecek umur nama domainnya. Pemain lama biasanya telah memiliki pelanggan dan menjadi registrar untuk banyak domain, sehinggal kecil kemungkinan tutup.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mengecek data domain, silahkan ikut tutorial: Cara Mengecek Umur dan Data Domain

Fitur

Untuk memilih paket hosting website, kita harus memahami lebih dulu kebutuhan situs web yang akan diupload. Jangan lupa tambahkan spare/cadangan, misalnya pada space dan jumlah alamat email. Sebagai contoh, misalnya kita ingin mengelola 5 situs web dalam satu hosting, maka pilihlah hosting website dengan minimal 4 add-on domain. Jika masing-masing situs kita berukuran 500MB, maka minimal space yang dibutuhkan untuk 5 situs adalah 2.5 GB.

Saran: Jangan memilih paket hosting yang pas-pasan. Lebih baik lagi jika hosting website menyediakan fitur-fitur yang unlimited, misalnya unlimited space, unlimited domain, unlimited email, dan seterusnya.

Kualitas

99,9 % uptimeKualitas hosting website, menurut saya, diukur dari kecepatan akses dan uptime. Kecepatan akses adalah seberapa cepat sebuah web dapat dibuka oleh pengunjung. Semakin cepat, tentu semakin nyaman. Kecepatan akses ini umumnya dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya: kecepatan jaringan internet, spesifikasi komputer hosting yang harus sebanding dengan jumlah situs di dalamnya, lokasi server (luar atau dalam negeri), dan situs kita sendiri.

Sedangkan uptime, adalah persentase perbandingan antara lamanya waktu hosting website tersebut ‘mati’ (down) dibanding total waktu dia ‘hidup’ (up). Semakin sering sebuah hosting website mati, maka uptime-nya akan turun, dan berlaku sebaliknya. Hosting website berkualitas bisanya menjamin uptime diatas 99%.

Dukungan

Ada kalanya situs web kita atau hosting bermasalah, sehingga kita memerlukan bantuan customer support. Dukungan pelanggan ini dapat juga dikategorikan sebagai kualitas hosting website. Kualitas dukungan dapat diukur dari respon time provider hosting tersebut menjawab chat dan menyelesaikan trouble tiket. Beberapa provider hosting bahkan sama sekali tidak menyediakan fitur chat, sehingga kita hanya bisa membuat trouble tiket saja. Bagi pelanggan, tentu saja lebih nyaman berkomunikasi dengan chat (asal jangan nunggu jawabannya 30-menit, he he he).

Harga

Harga pastinya menjadi pertimbangan bagi kita pemilik situs. Prioritasnya, pastikan dulu fitur yang dibutuhkan oleh situs sesuai, jangan asal murah. Saran penulis, pilihlah situs yang menyediakan harga sewa yang “masuk akal” (tidak jauh beda dengan provider lain pada umumnya). Hosting-hosting yang sangat murah ini biasanya buruk dari sisi kecepatan hak akses dan dukungan pelanggan. Sesuai dengan istilah “harga mah gak bohong!”.

Dari pengalaman pribadi, kualitas hosting lokal Indonesia masih kalah dengan hosting-hosting luar negeri secara uptime dan layanan. Akan tetapi hosting lokal masih menang dari sisi kecepatan hak akses (dibanding hosting luar dengan server di luar negeri) dan harga yang relative masih lebih murah. (Di hosting luar negeri, saya belum pernah harus menunggu chat dijawab lebih dari 3 menit, heeee).

 

Leave a Reply