Web Content Management System (Web CMS)

posted in: Tutorial Wordpress | 0

Tentang CMS dan Web CMS

Content Management System, atau disingkat CMS, adalah aplikasi yang dipakai untuk membuat, mengedit, dan mempublikasikan sebuah materi (content). CMS juga memiliki fitur yang menyediakan prosedur untuk mengelola alur kerja (workflow) dalam kondisi pembuatan materi dilakukan bersama. Web CMS adalah CMS yang berbasis web, diakses melalui browser dan materi yang dibuatnya adalah halaman web (web page). CMS seringnya dibuat untuk menjalankan situs web yang berisi blog, news (berita), dan toko online/shopping. Contoh CMS yang popluler adalah WordPress dan Joomla.

Manfaat menggunakan Web CMS

CMS banyak digunakan sebagai basis pembuatan web. Mengapa? Karena pemakai dapat langsung membuat web dalam hitungan jam tanpa harus memiliki kemampuan/skill khusus dalam teknologi pembuatan web (HTML, CSS, JAVASCRIPT, dll). Pemakai juga dapat langsung bekerja dan fokus pada materi yang ingin ditampilkan di web-nya.

Fitur Web CMS

Secara umum, web CMS yang ada saat ini memiliki fitur/kapabilitas berikut:

  • Front End dan Back End.┬áMemiliki bagian Front-End yang diakses oleh pengunjung, dan Back-End yang diakses oleh Admin dan Editor materi (content) web.
  • Access Control. Fungsi untuk mengelola pemakai/user dan level akses ke bagian editor materi/content. Access control umumnya dipakai untuk masuk ke bagian Back-End, walaupun bisa juga dipakai untuk mengakses bagian lain dari Front End, seperti download atau blok komentar.
  • Themes/Tamplate. Theme┬ábisa diganti sesuai keinginan. Themes/template adalah tampilan muka (front-end) yang diakses oleh pengunjung.
  • Scalable Expansion and Feature Set. Fitur/fungsi Web CMS dapat dikembangkan dengan ekstensi/plugin sehingga web dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk blog, toko online, forum, gallery, situs download, dan lain sebagainya.
  • Easily Editable Content. Fungsi mengedit materi/content pada Web CMS biasanya sudah menjadi bawaan. Walaupun masih bisa dikembangkan lagi melalui ekstensi/plugin. Termasuk didalamnya menambahkan berbagai macam tipe multimedia dan kemampuan upload yang terintegrasi.
  • Standards Upgrades and Patch. Jika ada standar baru, penambahan fitur, atau perbaikan bug, maka web CMS dapat di set untuk mengupdate/mengupgrade dirinya-nya secara otomatis, atau kita lakukan secara manual.
  • Workflow Management. Untuk pembuat content bersama dengan tim, web CMS memiliki fungsi untuk mengelola workflow (alur kerja), misalnya untuk author, editor, review, dan publikasi.

Beberapa CMS untuk keperluan yang lebih maju/profesional/komersial, ada yang dilengkapi dengan fungsi delegasi, document management, content virtualization, content syndication, versioning, multilangual, work offline, dan lain-lain.

wordpress-content-status-draft-pending-review-publish

Gambar 1. Model Status Content pada WordPress

Kekurangan Web CMS

  • Fleksibilitas tampilan. Karena berbasis theme/tempate, maka layout tampilan harus mengikuti yang sudah ada, kecuali jika mau membuat theme dari nol.
  • Hanya cocok untuk bisnis proses sederhana. Jika anda membutuhkan aplikasi web yang memiliki bisnis proses yang rumit, maka CMS yang berbasis pengelolaan content bukan pilihan yang tepat.

wordpress-access-contorl-and-document-control-level

Gambar 2. Model Access Control pada CMS WordPress

Leave a Reply